Rabu, 02 Agustus 2017

Novel Fiksi Terbaru Buat Gaza: Dunia Fantasi Palestina Bab 9 Bagian 01

Antipecae berhasil mengubah sebuah mitos menjadi kenyataan bahwa sesungguhnya pikiran manusia mampu dikontrol dengan menggunakan kemampuan robot temuan barunya yaitu Mind robot. Sejenis robot penghasil Nano robot yang ukurannya lebih kecil ketimbang bakteri sehingga bisa menyerang bagian otak manusia melalui pori-pori dan aliran darah.

Korban Gaza


Kemampuan Mind robot memberikan peluang Antipeace untuk mengubah sifat seluruh umat manusia di Dunia atau pun cukup dengan mengubah sifat manusia – manusia berpengaruh Dengan sifat yang dia kehendaki. Sifat apa yang diingini oleh sang pembuat perang itu?

Novel Fiksi Terbaru 2017 Yang Ditulis Khusus Untuk Anak-Anak Gaza, Novel Yang Memperjuangkan Kebebasan Palestina. Baca Novel Berjudul Dunia Fantasi Palestina Bab 9 Bagian 01 Tentang "Rencana Besar Antipeace".


Aula kota Antipeace kini dipenuhi oleh seluruh penghuni kota yang terdiri dari Sarkist, Mind robot dan Gogo. Ketika itu Camouflager, sang penyamar ulung sedang berada di muka bumi yang ditugaskan oleh Antipeace untuk menyelidiki hubungan antara Nursila, Simca dan Christ. Pandangan mereka tertuju pada satu mahkluk yang menutup tubuhnya dengan jubah hitam pekat dan wajahnya dengan logam hitam mengkilat.

“Selamat datang diera baru di kota Antipeace. Siapa yang menguasai pikiran maka ia akan menguasai Dunia. Dengan penemuan Mind robot maka kita akan mampu menguasai seluruh Dunia. Namun sebelumnya kita akan membuat umat manusia saling membenci, saling memusnahkan, saling menyalahkan, saling curiga dan saling berperang. Cepat atau lambat Kita akan menciptakan sebuah perang paling dahsyat dan paling menakutkan dari perang-perang yang pernah melanda Bumi, sebuah perang yang diciptakan oleh mereka sendiri. Sekali lagi kehancuran besar akan terulang kembali di muka bumi.”
Peryataaan Antipeace mendapat sorakan dan tepukan yang megah oleh pengikut-pengikutnya yang merupakan ciptaannya sendiri.
“Hidup Antipeace! Hidup Antipeace! Perang adalah damai, damai adalah perang. Air adalah api dan api adalah air.”

Llihat betapa malangnya nasib manusia karena selama ini mereka tidak pernah tahu siapa musuh mereka yang sesungguhnya. Mereka saling menyalahkan, mereka saling mencurigai, mereka saling membenci dan mereka saling memusnahkan. Padahal jika mereka benar-benar berpikir tentu mereka tidak akan berbuat kehancuran sesama mereka.

Bukankah manusia itu semuanya sama? Yaitu sama-sama memiliki mata hati untuk menyayangi dan melihat kebenaran namun Antipeacelah yang sudah membutakan mata hati mereka.

Keriuhan lenyap seketika saat mendengar tangisan yang mendayu-dayu oleh Camouflager. Mereka semua tahu bahwa akan ada berita buruk yang akan disampaikan oleh sang penyamar ulung itu.

“Ini sungguh bahaya, sungguh berbahaya. Mereka akan bertemu setiap hari kemungkinan besar akan terjalin sebuah persahabatan antara mereka bertiga. Jika itu terjadi maka rencana kita akan gagal. Oh sebuah berita sangat buruk buat yang mulia.”

“Itu adalah berita yang paling ku tunggu-tunggu. Akhirnya mereka akan ditemukan oleh takdir.” balas Antipeace sambil menatap Camouflager yang segera menghentikan tangisannya.

“A-apa? Ini bukan berita buruk. Hi hi hi hi.” Camouflager tertawa lepas di hadapan seluruh penghuni kota.

“Ia akan menjadi berita buruk jika kita tidak melakukan sesuatu dan ia akan menjadi berita yang baik jika kita bisa memanfaatkan keadaan tersebut. Baik atau buruk merupakan pilihan dan kita selalu punya hak untuk memilih.” tegas Antipeace.


Siapa yang akan melaksanakan tugas untuk mengubah berita buruk tersebut menjadi berita yang menyenangkan?

Bersambung Baca Bab Sebelumnya Bab 8 Dunia Fantasi Palestina.

0 comments

Posting Komentar

Be To Inspire At Least One Person.