Minggu, 23 Juli 2017

Novel Terbaru: Bersyahadat Dalam Cinta Ep 05

Tubuhku dimandikan oleh cahaya Matahari yang masih lembut pada waktu pagi sebegini serta tiupan angin pagi yang sepoi-sepoi membelai rambutku sebatas pinggang membikin hati tak mau beranjak dari balkon yang menyuguhkan pemandangan luar biasa indahnya. Di pinggiran sungai berdiri gedung-gedung pencakar langit yang berasistektur unik nan mengagumkan. Ada dua buah bangunan yang mencuri hatiku. Marina Bay sands dengan atapnya yang berbentuk kapal serta gedung Esplanade yang berbentuk seperti Durian.



Baca Novel Online Gratis Novel Islami yang Membawa Jiwa ke Alam yang Penuh Keasyikkan, Novel Terbaru Indonesia Tentang Bersyahadat


Kucoba memberanikan diri untuk menaiki bus kota yang bertingkat dua menuju Sinagoge di Tanjong pagar karena kuingin menjinakkan hati ini dengan alam Singapura. Berdasarkan informasi yang kuperoleh dari seseorang aku harus turun disuatu tempat yang kuyakin disinilah Sinagoge itu berada. Hampir setengah jam mata ini mencari kesana kesini namun rumah Tuhan yang paling ingin dilihat oleh mataku belum juga ditemukan.



Aku sudah putus asa untuk menemui para Rabbi dan dalam keputusasaan itu penglihatanku menangkap sebuah gedung dengan kubah berwarna emas. Daya tarik yang dipancarkan olehnya menuntun kedua kakiku untuk mendekatinya. Ketika ragaku telah seutuhnya memasuki gerbangnya tiba-tiba akunya terdiam, terpaku dan terpana mendengar suara aneh yang sepertinya melafalkan sebait syair dalam bahasa Arab. Seperti apa dahsyatnya suara tersebut sehingga sentaro sel-sel paling halus yang membentuk tubuhku ini rasanya ikut bergetar. Lantunan syair arab yang bersumber dari gedung berkubah emas itu menyuguhkan getaran lembut yang menjadikannya ketagihan sehingga menciptakan kerinduan yang tiada tara.

Ini merupakan kunjungan keduaku di tempat yang menyuguhkan suara dahsyat nan merdu itu. Aku sudah sepenuhnya yakin bahwa suara tersebut berasal dari gedung yang berkubahkan emas. Ingin sekali jiwa ini masuk kedalamnya namun masih meragu jikalau tindakanku bakal menganggu. Beruntung ada banyak café dan restoran yang bernuansa arab disekitar sini. Aku menatap gerbangnya dari kejauhan. Baru kutahu tempat ini bernama kampung glam bukannya Tanjong pagar yang merupakan destinasi awalku mencari Sinagoge. 

“allahu akbar, Allahu akbar….”

Bunyi yang menggetarkan jiwaku kembali mengangkasa namun kali ini dikala senja menjelma. Didetik ini aku hanya mampu mendengar tanpa bisa berbuat sesuatu sampai akhirnya suara itu berhenti. Disaat bunyi yang menciptakan ketagihan pada jiwaku itu berhenti nafasku terengah-engah sepertinya aku tidak menarik nafas saat suara itu berkumandang.

“are you okay?” Suara lelaki seusiaku membangkitkan kesadaranku.
“suara itu?” Entah sudah berapa lama aku berdiri tegak tepat di depan gerbang bangunan misterius berkubahkan emas itu.
“itu adalah suara adzan. Saya melihat anda sedari tadi berdiri disini maafkan saya sekiranya tindakan saya sudah menganggu”
“adzan?”
“yeah in muslim we call it adzan sebagai pertanda bahwa sudah tiba waktu sholat”

Pemuda itu menuntunku ke sebuah café bernuansa arab yang tak jauh dari gedung yang baru kutahu bahwa ia sebuah Mesjid. Dia menuntun ragaku hingga ke bibir kursi.
“kalau saya boleh tahu mengapa suara adzan membuat diri anda seperti orang yang tidak sedang terjaga?” Aku melihat kedua matanya sedang menerawang isi hatiku.
“seumur hidupku baru kali ini kudengar suara yang membuat jiwaku bergetar. Getaran tersebut terasa lembut dan nikmat sehingga menciptakan ketagihan yang tiada taranya. Aku menitikkan airmata karena terharu seolah-olah raga dan jiwa ini ditarik kedunia kenikmatan”
“Subhanallah. Semoga ini merupakan hidayah dari Allah swt”
“apakah kau ingin memesan minuman?” Supaya aku bisa berlama-lama dengannya. Wajah pemuda itu sangat teduh dan tenang.
“tidak usah. Aku harus kembali ke Mesjid sekarang untuk menunaikan sholat isya’ sebentar lagi”

“mungkin kita bisa bertemu lagi dilain waktu. Namaku Bina arina dan kamu bisa memanggilku Bina. Aku baru tiba di Singapura dua hari yang lalu”

Silakan Bergabung Bersama Situs Resmi di >>  Pra - Peluncuran Novel Bersyahadat Dalam Cinta

Baca Novel Bersyahadat Dalam Cinta Episode 04

0 comments

Posting Komentar

Be To Inspire At Least One Person.