Selasa, 25 Juli 2017

Novel Romantis Terbaru: Tidur Bersama Hujan Bab 3 Ep 05

Novel Romantis Terbaru
Novel Romantis Terbaru: Tidur Bersama Hujan Bab 3 Ep 05

Beginilah kisah romantis yang diperankan oleh Miu dalam novel cinta terbaru 2017 berjudul Tidur Bersama Hujan. Novel yang memberikan pembaca semangat juang tinggi dalam menggapai mimpi.



Sambungan dari Bab 3 ep 04 dari novel romantis terbaru: Tidur Bersama hujan. Ikuti episode terbarunya Bab 3 ep 05. Karya sastra yang terinspirasi dari cerita nyata.

“Faiz” Ucapku dengan perasaan yang lega. Dia sedang berdiri ditempat pertama kali aku menemukannya. Dengan langkah seribu aku mendekatinya dan sekali lagi aku harus mengharungi aliran deras sungai yang menjadi pemisah di antara kami. Tubuhku sudah sepenuhnya terendam air sungai dan beberapa detik kemudian aku sudah berhasil naik ke daratan yang tanahnya merupakan padang rumput hijau yang lembut, saat itulah aku perlahankan langkahku karena dia sudah bisa kuraih dengan kedua tanganku. Kuangkat kedua tangan ini bermaksud hendak meraih tubuh orang yang paling ingin kudekap tapi ternyata tangan tak sampai padahal aku yakin sekali jarak kami hanya dipisahkan oleh setengah dari lenganku ini. Setiap kali aku hendak meraihnya dan dia kian menjauh. Dia seperti dekat tapi  jauh untuk kuraih.

“Faiz, Faiz where are you going?” Seketika perasaan ini berubah resah tatkala dia masuk ke dalam semak-semak belukar yang telah mengantarku kemari. Aku mengejarnya dengan perasaan yang teramat bimbang. Kedua tanganku sedang merobek-robek beberapa tumbuhan yang dahannya menjalar ke segala arah. Setelah bertungkus lumus melakukannya akhirnya aku bisa masuk ke dalam. Kembali kedua mataku melihat Faiz yang sedang berdiri memandangku dan seolah-olah sedang menanti kedatanganku. Kali ini aku berlari sekuat tenaga tanpa mempedulikan ancaman ranting-ranting kering yang berserakan di atas tanah karena aku tak mahu kehilangannya untuk yang ke sekian kali. Tanganku sudah yakin bisa mendekapnya tapi lagi-lagi aku memeluk angin.

Ketika sebuah novel yang bisa meninggalkan bekas yang mendalam kepada pembacanya, inilah novel perjuangan kisah nyata yang berjuang untuk merubah nasibnya di kota metropolitan


“Faiz” Hatiku semakin sakit dan tersiksa ketika orang yang paling ingin kulihat sudah ada di depan mata namun tak bisa disentuh. Faiz sedang berlari kecil dan semakin lama semakin menjauh. Aku mengejarnya saat menyadari dia mulai menjauh dariku. Terkadang dia menghilang dari kedua bola mataku lalu hadir kembali dan menghilang lagi kemudian hadir kembali dan begitu seterusnya sampai aku tak mampu lagi mengatur pernafasanku. Rasa cintaku yang luar biasa kepadanya telah mengantarku jauh dari batas putus asa. Aku berlari dengan kesimbangan yang tidak stabil dan akhirnya aku terjatuh tapi aku bangun kembali dan mengejarnya. Aku terjatuh lagi dan bersusah payah untuk bangkit lalu kembali mengejarnya. Beberapa kali aku terjatuh sampai akhirnya aku tak mampu lagi untuk berdiri namun aku terus bergerak dengan mengerahkan kekuatan tangan dan gerakan tubuh. Kuperas seluruh ototku sampai tetesan tenaga yang terakhir namun bayangannya masih belum bisa terlukis pada kedua bola mataku. Sekarang aku hanya bisa berteriak memanggil namanya.

“Faiz! Faiz! Faiz!....” Suaraku semakin lama semakin pelan dan aku terus berteriak memanggil namanya sampai suaraku yang terakhir. Kupejamkan kedua mataku lalu kegelapan itu hadir dan ketika aku membuka mataku kembali.
“Faiz..” Ucapku pelan dan pandanganku kian menerang lalu melihat Danil sedang menatapku heran.

“Miu apa yang sedang berlaku?”

“Danil?” Nafasku masih terengah-engah seperti orang yang baru saja dikejar oleh sesuatu yang menakutkan.

“kau bermimpi?” Beberapa detik berlalu untuk bisa menjawabnya.
“iya” Aku mengangguk.

“itulah cakap orang degil. Suruh tidur pat bawah tak mau. Sekarang baru padan muka. Tidur bawah aja sekarang. Biar aku yang tidur pat atas?”

Tanpa berfikir dua kali aku langsung menuruti perintahnya, turun ke bawah lalu tidur disamping kiri Bahia. Semenatara Danil tidur di atas kursi yang panjangnya setengah dari tinggi tubuhku. Wajahku pasti sedang pucat pasi dan aku tak mau Danil melihatnya. Aku sudah mulai menutup kedua mataku tapi bayangan Faiz masih terlihat terang dalam kegelapanku. Saat aku menyentuh pipiku ternyata ia basah dengan airmata itu berarti aku masih belum bisa melupakannya dan cintaku untuknya masih ada.

Sahabatku kalian selalu ada dihati
Kalian tidak akan pernah pergi
Meskipun mentari tak bersinar lagi

Sahabatku kalian adalah keluargaku…
Kalian  adalah segalanya untukku
Sahabat dilahirkan dengan cinta
Dan cinta bukanlah sampah tapi cinta itu penuh rasa
yang tak bisa kita buang sesukanya.


0 comments

Posting Komentar

Be To Inspire At Least One Person.